Assalamualaykum wr. wb..,
Dalam rangka memperingati Harpitnas, hari Senin 11 Maret 2013, saya memutuskan untuk ijin :malus:. Lumayan ada kesempatan untuk bertemu dengan istri lebih lama. ![]()
Hari Sabtu, 9 Maret 2013, setelah ijin keluarga saya langsung berangkat dengan menggunakan si black duck…hsx 125. Saya memang sengaja berangkat dengan motor, maklum selain ingin menjajal rute yang belum pernah saya coba, juga sepertinya lebih hemat biaya
(ini alasan nomor 1000). Banyak sekali (tetangga dan teman) yang sering pulang-pergi melewati jalan ini (Bantul-Magelang-Temanggung-Weleri-Batang-Pekalongan). Makin mantap dah, untuk mencobanya sendiri. Sebelum berangkat, catat dulu odometer si hsx. KM menunjukkan 32433,9, penasaran nanti berapa jauh perjalanan yang akan ditempuh. Berangkat pukul 14.00 (kesiangan/kurang pagi), dari Bantul via Jalan Samas langsung menuju Magelang. Jujur, pertigaan Secang Magelang saja saya tidak tahu, apalagi daerah lain yang nanti akan dilewati.
Di traffic light Mertoyudan Magelang, saya bertanya kepada seorang pengendara bebek DOHC Suzuki tentang pertigaan Secang. Alhamdulillah, setelah ngobrol sebentar (maklum di traffic light), ternyata arah tujuan kita sejalur. Si penyemplak Satria ternyata menuju Pemalang, sehingga melewati Pekalongan. Alhamdulillah, dalam hati saya. Akhirnya kita riding bareng menuju jalan alternatif Secang, dan Temanggung. Di Temanggung sempat berhenti sebentar untuk memakai mantol. Kenalan sebentar, ternyata mas nya bernama Mas Guntur. Asli Pemalang, namun sudah lama pindah ke Jogja. Di Pemalang, dia ingin mengunjungi kakak yang masih tinggal di sana. Hujan deras menemani perjalanan dari Temanggung-Weleri, yah sekitar 2 jam perjalanan selalu diguyur hujan. Sekitar Maghrib, kami sampai di alun-alun Weleri. Lepas mantol dulu, karena cuaca sudah tidak hujan. Isi perut, makan bakso biar anget
sambil tukar nomor HP, lalu lanjut perjalanan.. Riding di malam hari lewat Weleri ternyata sangat berbahaya. Jalan penuh tikungan, banyak lubang menganga (yang bisa membahayakan, terutama pengendara motor), kondisi jalan licin karena hujan, penerangan yang snagat minim mengharuskan kita untuk selalu waspada. Panteng speedometer hsx, kira-kira kami jalan dgn kecepatan 40 km/jam saja. Apalagi jalan/rute yang yang kami lewati, sangat belum saya kenal. Banyaknya lubang di jalan alternatif ini, ternyata berakibat sepatu yang digantugkan mas Guntur di stang bebek DOHC-nya jatuh. Entah jatuh dimana saya juga tidak tahu, walaupun saya riding di belakangnya. Di seputar SLTP di daerah Weleri, kecelakaan kecil sempat saya alami. Saya kehilangan keseimbangan dan tergelincir saat melewati sebuah lubang. Alhasil, saya jatuh, beruntung hanya protector bahu dari jaket Koboys yang sobek, lutut dan tangan cidera (sangat) ringan. Alhamdulillah. Maklum tidak memakai knee protector maupun sarung tangan. [tidak punya]
Motor mati sendiri di tengah jalan. Alhamdulillah jalanan sedang sepi. Suara crash motor saya ternyata didengan oleh mas Guntur sehingga ia balik arah dan datang menolong. Setelah cek badan dan motor, alhamdulillah tidak apa2. Kami bisa melanjutkan perjalanan. Jalan sekitar 40km/jam, akhirnya kami bisa mencapai Pantura.
Di jalanan Pantura, jalanan cukup mulus namun bergelombang. Mas Guntur memacu kecepatan di jalanan ini, aku pasrah,
mesti sudah gaspol, si hsx ‘cuma’ mencapai topspeed 100km/jam di jalanan ini, jadi tertinggal cukup jauh. Ngeri juga sebenarnya memacu kecepatan sampai gas habis di Pantura. Cukup gelap dan berbahaya. Alhamdulillah, ternyata saya tetap ditunggu oleh mas Guntur. Melaju Batang-Pekalongan bersama, hingga kami berpisah di Pekalongan Kota. Saya meminta dia untuk mampir, tapi tidak bersedia karena perjalanan sudah dekat. Di Pekalongan kota, saya diantar seorang Bapak-bapak yang baik hati, hingga di Kampung Pesindon. [maklum masih bingung]. Akhirnya tiba di kost istri dengan selamat sekitar pukul 20.00 WIB……Alhamdulillah.. Jepret odometer, menunjukkan angka 32641, 9. Jadi perjalanan yang saya tempuh 208 km (32641, 9-32433,9) selama 6 jam (istirahat ½ jam). Kami melaju dengan kecepatan rata-rata 37,81818 km/jam. Pelan juga yakkks
(208/5,5).
Artikel selanjutnya dan gambar semoga segera menyusul..
Wassalamu’alaykum wr. wb…
Day 2
save
Jogja-Pekalongan
Assalamualaykum wr. wb.
Selasa 8 Januari 2013, hari-hari akhir liburan bagi sang istri yang mengharuskannya kembali ke tempat kerja, di kota batik Pekalongan. Dengan jarak sekitar 180 km, 2 kota ini memisahkan 2 insan yang sedang mencoba mempersatukan visi misi menyembpurnakan kehidupan ini.. Setelah berpamitan dengan keluarga kami dan tetangga sekitar, kami berdua berangkat menuju terminal giwangan dengan hsx yang setia menemani kami selama ini.. Sekitar pukul 16.15 kami sudah tiba di terminal giwangan, kedatangan kami sudah ditunggu travel mawar yang sudah menjemput ssejak pukul 16.00. Motor pun kami ttipkan kepada kakak yang tinggal di banguntapan, yang rela datang sekeluarga ke terminal melepas kepergian kami. Waktu menujukkan pukul 16.30, dan kami pun berangkat ke pekalongan… Bagi istri, perjalanan ini sudah biasa dilakukan, (semoga kamu selalu dilindungi Alloh SWT dlm perjalananmu, Dik) tapi bagi saya ini adalah pertama kali saya pergi ke pekalongan, apalagi ditemani istri yang luar biasa bagi saya…
Jalur yang dilewati adalah Jogja, Magelang, Temanggung, Kendal, Batang dan Pekalongan. TTravel berhenti istirahat di temanggung untuk istirahat dan sholat. Sekitar pukul 23.30, alhamdulillah kami tiba di pekalongan. Senang sekali rasanya menginjakkan kaki ini di kota batik, pekalongan. Tidur di sebuah kamar kossst-kost-an, sudah lebih dari cukup bagi kami… Kamar berukuran sekitar 3 x 4 meter dengan fasilitas kamar mandi dalam. Rasanya tak ingin waktu ini berputar cepat, 2 hari ijin ku untuk menemani istri di pekalongan terasa berlangsung sangat cepat……….
Lanjut…. besok
.
Kisi-kisi Ujian Nasional 2012/2013 sudah keluar
Alhamdulillah, kisi-kisi UN thn 2013 sdh bisa didownload… biasanya baru keluar di akhir semester 1 atau di awal semester 2.. Mgkn kalau dari pihak percetakan buku sudah tahu jauh-jauh hari…. sehingga bisa membuat soal yang “katanya” sesuai kisi-kisi. Apabila kita cermati, ternyata tidak terjadi perbedaan yg signifikan antara kisi-kisi UN 2012 dg UN 2013. Beda-beda tipis lah, baik untuk mapel B. Indonesia, MTK, atau IPA. 
Berikut link download Kisi-kisi UN 2012/2013
Wisuda Gan
Alhamdulillah, bertepatan dg tanggal 1 Sepetember kemarin, saya wisuda S1. Waktu studi 4 tahun terasa sangat lama bagi saya, apalagi program yang saya ikuti adlh program kelanjutan studi (dari D2). Bisa lulus meski dgn IP pas-pasan
adalah suatu nikmat tersendiri bagi saya. Apalagi di tengah amanah kerjaan yang juga menumpuk, birokrasi kampus yang super muter, serta melawan rasa malas yang melanda maha dahsyat ![]()

Tour de Srigethuk dan Goa Rancang Kencana
Khitbah
Bulan September 2012 telah berganti seiring berjalannya waktu. Namun bulan ini akan menjadi salah 1 saksi bersejarah dalam kehidupanku. Dimulai dari awal bulan ketika ana bisa wisuda s1, mesti sudah hampir di DO oleh kampus
Di akhir bulan, tepatnya tanggal 29 dan 30 September kemarin, ana resmi melamar seorang anak putri kampung sebelah. Walaupun perkenalan/ta’aruf yang tergolong singkat, namun ana memantapkan hati bahwa dialah calon pendamping hidup ini. Semoga Alloh SWT meridhoi hubungan ini. Tepat selepas maghrib malam ahad tgl 29 September 12, ana dan bapak datang melamar putri tersebut. Dengan diantar bebek hsx kesayangan, ana berboncengan dengan bapak. Tak sampai 5 menit,ana sudah sampai di depan rumahnya. Perasaan deg-degan dan gelisah bercampur jadi satu. Bapak pun segera matur kepada ayah sang gadis tentang maksud kedatangan kami. Alhamdulillah tanggapan keluarga putri sangat baik. Tetapi karena sesuatu hal, kegiatan lamaran tersebut belum tuntas pada malam itu.Selepas isya, kami pulang, karena ada agenda keluarga lain yang sudah menunggu
Sesampai di rumah, ana menghubungi putri yang ana lamar tentang agenda khitbah yang baru sj dilakukan. Ana memintanya untuk menanyakan kepada Ayahnya, apakah proses khitbah perlu diulang? Dan ternyata memang benar, jika ayahnya menghendaki proses khitbah untuk diulang.
Dengan kebulatan tekad, ana akan melamarnya lagi. Saya bertekad untuk melamarnya sendiri. Ya Alloh, berilah hamba kekuatan untuk melewati hari esok.
Keesokan harinya, (Ahad, 30 September) dengan langkah yang ana kuat-kuatkan, ana menelusuri jalanan dengan hsx kesayangan.. Andai ia bisa bicara, tentu sepanjang jalan aku akan berkeluh kesah kepadanya. Sesampai di depan rumah sekitar pukul 10.20 wib,sang ayah sudah menunggu di depan rumah. Dengan hati yang berdegup kencang, ana mulai menyapa untuk mencairkan suasana. Tibalah saatnya, ketika ana harus matur kepada sang ayah dari si gadis. Alhamdulillah, dengan niat yang tulus, ana dapat matur kepada ayah sang gadis dengan lancar. Ayahnya pun menanggapi dengan baik dan ramah. Sesudah matur, sang putri yang saya lamar keluar membawa minuman teh hangat dan beberapa ku; satu, geplak pipih, kacang, dan buah kelengkeng. Tentu saja ibuk jg ikut keluar dan membawa makanan tersebut.

Kupinang kau dengan bismillah
Di ruang keluarga, sudah duduk aku, ayah dan ibu sang putri, dan tentu anak gadis yang ingin saya lamar. Setelah menikmati hidangan sekedarnya, sang ayah pun menanyakan tentang kesediaan putrinya untuk dilamar. Dengan seksama, anamendengarkan kata-kata yang keluar dari mulut anak gadis tersebut. Eh ternyata dijawab dengan anggukan dan senyuman saja.
Sayang aku melewatkan anggukan dan senyuman itu. Ibunyalah yang menyampai
kan maksud dari putrinya. “Piye nduk, kok malah gur manthuk karo mesem?” Dan alhamdulillah lamaran saya diterima. Terimakasih ya Alloh atas nikmatMu yang selalu tercurah kepada kami… Semoga hubungan ini selalu diiridhoi oleh Alloh SWT..
Sektar dua jam di rumahnya, saya memutuskan untuk pulang… setelah sebelumnya juga sempat membicarakan mengenai tanggal pernikahan…
Alhamdulillah… semoga bisa menjadi ibrah bagi kita semua


